• Home
  • PROFIL
  • MATERI
    • SEMESTER III
      • SISTEM INFORMASI
        • BAB I
        • BAB II
        • BAB III
        • BAB IV
        • BAB V
        • BAB VI
        • BAB VII
        • BAB VIII
        • BAB IX
        • BAB X
        • BAB XI
      • KALKULUS II
      • STATISTIKA DAN PROBABILITAS
      • PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK
      • STRUKTUR DATA DAN ALGORITMA
    • SEMESTER VI
      • ANALISA DAN PERANCANGAN BERORIENTASI OBJEK
        • KONSEP DASAR SISTEM, INFORMASI DAN SISTEM INFORMASI
        • PENDEKATAN PERANCANGAN BERORIENTASI OBJEK
        • UML (Unified Modeling Language)
    • SEMESTER VIII
      • ETIKA PROFESI
        • ETIKA PROFESI DI BIDANG IT
        • BAB I GAMBARAN UMUM ETIKA PROFESI
        • BAB II PERKEMBANGAN ETIKA PROFESI DI BIDANG IT
        • BAB III PROFESI DALAM BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI
    • TUGAS
      • SEMESTER III
        • SISTEM INFORMASI
          • TUGAS BAB I DAN BAB II
          • TUGAS BAB III DAN BAB IV
          • TUGAS BAB V
          • TUGAS BAB VI, BAB VII DAN BAB VIII
          • TUGAS BAB IX
        • KALKULUS II
        • STATISTIKA DAN PROBABILITAS
        • PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK
        • STRUKTUR DATA DAN ALGORITMA
      • PENGAMANAN SISTEM KOMPUTER<
        • TUGAS BAB I DAN BAB II
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

PEMBELAJARAN

Teknik informatika


BAB VIII
DESAIN SISTEM TERINCI
1.        DESAIN INPUT TERINCI
Masukan (input) merupakan awal dimulainya proses informasi. Bahan mentah dari informasi adalah data yang terjadi dari transaksi-transaksi yang dilakukan oeh organisasi . Data dari hasil transaksi merupakan masukan untuk sistem informasi.
Dokumen dasar merupakan formulir yang digunakan untuk menangkap (capture) data yang terjadi. Data yang sudah dicatat di dokumen dasar kemudian dimasukkan sebagai input ke sistem informasi untuk diolah.
MENGATUR TATA LETAK ISI INPUT
Tujuannya :
1.      Bagi pemakai sistem digunakan untuk menilai isi dan bentuk dari input apakah sudah sesuai dengan yang diinginkan atau belum.
2.      Bagi programmer akan digunakan sebagai dasar pembuatan program untuk menghasilkan input yang diinginkan. Programmer membutuhkan desain input ini untuk menentukan posisi kolom, baris, dan informasi yang arus disajikan di suatu input.
2.        DESAIN OUTPUT TERINCI
Pada tahap desain output secara umum, desain output ini hanya dimaksudkan untuk menentukan kebutuhan output dari sistem baru. Output apa saja yang dibutuhkan untuk sistem yang baru? Desain output secara umum dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan ini. Bagaimana dan seperti apa bentuk dari output-output tersebut?
Desain output terinci dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan ini. Desain output yang akan dibahas pada bab ini adalah untuk output berbentuk laporan dimedia keras seperti kertas. Desain output di media lunak dalam bentuk dialog di layar terminal akan dibahas selanjutnya.
Bentuk Laporan
Bentuk dari laporan yang dihasilkan oleh sistem informasi, yang paling banyak digunakan adalah dalam bentuk tabel dan berbentuk grafik atau bagan.
MENGATUR TATA LETAK ISI OUTPUT
Pengaturan isi dari output akan secara langsung menentukan kemudahan dari output untuk dipahami dan dimengerti. Pengaturan tata letak output merupakan pekerjaan desain yang penting dan sangat diperlukan baik bagi pemakai sistem maupun bagi programmer. Bagi pemakai sistem digunakan untuk menilai isi dan bentuk dari output apakah sudah sesuai yang diinginkan atau belum.
Bagi programmer akan digunakan sebagai dasar pembuatan program untuk menghasilkan output yang diinginkan. Programmer membutuhkan desain output ini untuk menentukan posisi kolom, baris dan informasi yang harus disajikan disuatu output. Pengaturan tata letak isi output yang akan dicetak diprinter dapat digunakan alat bagan tata letak printer (printer layout chart) dan kamus data output.
3.        DESAIN DIALOG LAYAR TERMINAL
Merupakan rancang bangun dari percakapan antara pemakai sistem (user) dengan komputer. Percakapan ini dapat terdiri dari proses memasukkan data ke sistem, menampilkan output informasi kepada user atau dapat keduanya.
Terdapat beberapa strategi membuat dialog layar komputer :
1.      MENU, Banyak digunakan dalam dialog karena merupakan jalur pemakai (user interface) yang mudah dipahami dan mudah digunakan. Menu berisi dengan beberapa alternatif  atau option atau pilihan yang disajikan kepada user.
2.      KUMPULAN INSTRUKSI (Instruction Set)
Strategi dialog ini dilakukan dengan menuliskan suatu instruksi oleh user dan sistem akan mengaktifkan instrusi tersebut serta memberikan respon jawaban.
3.      DIALOG PERTANYAAN ( Question Dialog)
Sistem akan menampilkan terlebih dahulu pertanyaan dan user akan menjawabnya
4.        DESAIN DATABASE TERINCI
Ditahap desain secara umum sebelumnya, desain database hanya dimaksudkan untuk mengidentifikasi kebutuhan file-file database yang diperlukan oleh sistem informasi saja. Pada tahap desain terinci ini, desain database dimaksudkan untuk mengidentifikasi isi atau struktur dari tiap-tiap file yang telah diidentifikasi didesain secara umum.
Elemen-elemen data disuatu file database harus dapat digunakan untuk pembuatan suatu output. Demikian juga dengan input yang akan direkam di database, file-file database harus mempunyai elemen-elemen untuk menampung input yang dimasukkan. Untuk dapat merancang database terinci digunakan teknik normalisasi

5.        DESAIN TEKNOLOGI TERINCI
Pada desain teknologi secara umum telah ditentukan jenis dan jumlah dari teknologi yang akan digunakan. Yang belum didefinisikan secara pasti pada tahap ini adalah kapasitas dari teknologi simpanan luar yang akan digunakan. Kapasitas simpanan luar yang telah didefinisikan pada tahap desain secara umum hanya ditaksir secara kira-kira terlebih dahulu berdasarkan pengalaman analis sistem.
Setelah file-file database berhasil didesain secara rinci, kebutuhan kapasitas simpanan luar sekarang dapat dihitung dengan lebih tepat. Besarnya kapasitas simpanan luar yang dibutuhkan oleh sistem informasi dapat dihitung berdasarkan besarnya file-file database yang akan menimpan data untuk satu periode tertentu.

Share
Tweet
Pin
Share
No coment�rios

BAB VII
DESAIN SISTEM SECARA UMUM

1.     Tujuan Desain Sistem Secara Umum
Tujuan dari system secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang system yang baru. Desain system secara umum merupakan persiapan dari desain terinci. Desain secara umum mengindentifikasikan komponen-komponen system informasi yang akan didesain secara rinci. Desain terinci dimaksudkan untuk pemograman komputer dan ahli teknik yang mengimplementasikan sistem.
Arsitek melakukan analisis, karena arsitek mulai membuat sketsa secara garis besar kepada calon pemakai rumah. Sketsa ini hanya dimaksudkan kepada calon pemakai rumah, bukan kepada ahli teknik dan insinyur-insinyur teknik sipil yang akan membangun rumah. Desain terminal yang memuat potongan-potongan gambar dengan ukuran-ukurannya yang terinci akan dibuat setelah desain secara umum ini disetujui oleh calon pemakai rumah.

2.     Komponen – komponen Desain Sistem secara Umum
Pada tahap ini desain secara umum, komponen-komponen sistem informasi dirancang dengan tujuan untuk dikomunikasikan kepada user bukan untuk pemograman. Komponen sistem informasi yang didesain adalah model, output, input, database, teknologi, dan kontrol.
a.      Desain Model Secara Umum
Sistem analisis dapat mendesain model dari sistem informasi yang diusulkan dalam bentuk Physical System dan Logical Model. Bagan alir sistem (systems flowchart) merupakan alat yang yang tepat digunakan untuk menggambarkan physical system. Dan Logical Model dapat digambarkan dengan Data Flow Diagram (DFD).
·         Physical System
System flowchart dapat didefinisikan sebagai bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. Bagan ini menjelaskan urut-urutan dari prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem. Bagan alir sistem menunjukkan apa yang dikerjakan di sistem.
Simbol dan Notasi Flowchart dipakai sebagai alat Bantu menggambarkan proses di dalam program. Dan dibagi menjadi tiga kelompok :


              

♦ Flow Direction Symbols ♦
Dipakai untuk menggabungkan antara symbol yang satu dengan symbol lainnya.

Symbol Off-line Connector (Simbol untuk keluar/masuk prosedure atau proses dalam lembar/halaman yang lain).

Symbol Connector (Simbol untuk keluar/masuk prosedur atau proses dalam   lembar/halaman yang sama).
              Contoh Program Flowchart, seperti pada gambar dibawah ini:

·         Logical Model
Data Flow Diagram digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika.
DFD berfungsi untuk menggambarkan proses aliran data yang terjadi di dalam sistem dari tingkat yang tertinggi sampai yang terendah, yang memungkinkan kita untuk melakukan dekomposisi, mempartisi atau membagi sistem kedalam bagian-bagian yang lebih kecil dan yang lebih sederhana (Hartono, 1999:684).
Beberapa simbol dalam DFD antara lain:





1.    External entity (kesatuan luar)
Kesatuan luar merupakan kesatuan (entity) di lingkungan luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem. Kesatuan luar dapat berupa:
a.    Suatu kantor, departemen, aau divisi dalam perusahaan.
b.    Orang atau sekolompok orang di organisasi tersebut.
c.    Suatu organisasi atau orang yang berada di luar organisasi seperti misalnya langganan, pemasok.
d.   Penerima akhir dari suatu laporan yang dihasilkan oleh sistem.
Simbol: kesatuan luar dapat digambarkan dengan suatu notasi kotak.
2.    Data flow (arus data)
Arus data mengalir diantara proses, simpanan data dan kesatuan luar. Arus data ini menunjukkan arus dari data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem dan dapat berbentuk sebagai berikut:
a.    Formulir atau dokumen yang digunakan di perusahaan.
b.    Laporan tercetak yang dihasilkan oleh sistem.
c.    Masukan untuk komputer.
d.   Data yang dibaca atau direkamkan ke suatu file.
e.    Suatu isian yang dapat dicatat pada buku agenda.
Simbol: Arus data dapat digambarkan dengan suatu panah.
 3.    Process (proses)
Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau computer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses.
Simbol:                                                           
4.    Data store (simpanan data)
Simpanan Data (Data Store) merupakan simpanan dari data yang dapat berupa:
a.    Suatu file atau database di sistem computer.
b.    Suatu arsip atau catatan manual.
c.    Suatu tabel acuan manual.
d.   Suatu agenda atau buku.
Tingkatan – tingkatan pada DFD adalah sebagai berikut:
a)      Diagram konteks : Diagram ini adalah diagram level tertinggi dari DFD yang   menggambarkan hubungan system dengan lingkungannya.
b)      Diagram level Zero : Diagram ini adalah dekomposisi dari diagram konteks. Merupakan diagram yang menggambarkan proses-proses utama system dan alur datanya.
c)      cDiagram level satu : Diagram ini merupakan dekomposisi dari diagram level zero.
d)      DFD level dua,tiga, … : Diagram ini merupakan dekomposisi dari level sebelumnya.
e)      Entity Relationship Diagram : Model Entity Relationship adalah suatu penyajian data dengan menggunakan Entity dan Relationship.

Pedoman dalam Menggambarkan Data Flow Diagram Pedoman untuk menggambar DFD adalah sebagai berikut (Jogiyanto, 1990):
a)      Identifikasikan terlebih dahulu semua kesatuan luar yang terlibat di sistem.
b)      Identifikasikan semua input dan output yang terlibat dengan kesatuan luar.
c)      Gambarlah terlebih dahulu suatu diagram konteks (context diagram). DFD yang pertama kali digambar adalah yang level teratas (top level) yang disebut dengan context diagram. Dari context diagram ini kemudian akan digambar dengan lebih terinci lagi yang disebut dengan overview diagram (level G). Tiap-tiap proses di overview diagram akan digambar secara lebih terinci lagi dan disebut dengan level 1. Tiap-tiap proses di level 1 akan digambar kembali dengan lebih terinci lagi dan disebut dengan level 2 dan seterusnya sampai tiap-tiap proses tidak dapat digambar lebih terinci lagi.
d)      Gambarlah bagan berjenjang untuk semua proses yang ada di sistem terlebih dahulu. Bagan berjenjang (hierarchy chart) digunakan untuk mempersiapkan penggambaran DFD ke level-level lebih bawah lagi.
e)      Gambarlah sketsa DFD untuk overview diagram (level 0) berdasarkan proses di bagan berjenjang.
f)       Gambarlah DAD untuk level-level berikutnya yaitu level 1 dst untuk tiap-tiap proses yang dipecah-pecah sesuai dengan bagan berjenjangnya.

Share
Tweet
Pin
Share
No coment�rios
Newer Posts
Older Posts

Search This Blog

Popular

  • BAB II TINJAUAN UMUM PENGEMBANGAN SISTEM
      1.     Definisi Pengembangan Sistem Pengembangan sistem (systems development) dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk men...
  • Etika Profesi Di Bidang IT (Informasi dan Teknologi)
    Etika Profesi Di Bidang IT (Informasi dan Teknologi) 1.    Pengertian Etika Profesi Etik (atau etika)  berasal dari kata ethos (bahasa Y...
  • KONSEP DASAR SISTEM, INFORMASI DAN SISTEM INFORMASI
    KONSEP DASAR INFORMASI, KONSEP DASAR SISTEM DAN KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI 1.       Konsep Dasar Sistem Sistem yaitu kumpulan da...
  • BAB I PENGERTIAN SISTEM INFORMASI
    Pengertian Sistem Informasi Beserta Komponen dan Contoh Penerapan Sistem Informasi   INTER...
  • BAB 2 PERKEMBANGAN ETIKA PROFESI DALAM BIDANG IT
      Dunia secara global Penemuan tehnologi   komputer yang   di mulai pada tahun 1940 secara bertahap Berkembang menjadi ilmu baru di masa s...
  • BAB I GAMBARAN UMUM ETIKA PROFESI
      A. Pengertian Etika Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia etika adalah: Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiba...
  • (no title)
    TUGAS BAB VI, VII DAN VIII 1.      Tentukan kesatuan luar yang terikat dalam sistem informasi akademik ? Jawab : ·         Admin...
  • BAB V TEKNIK PENGUMPULAN DATA
    A. Pengertian Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan. Data bisa b...
  • BAB III PROFESI DALAM BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI
      A. Organisasi Profesi Profesi merupakan bidang pekerjaan yang didasari oleh pendidikan keahlian tertentu. Contohnya adalah dokter, arsitek...
  • (no title)
    BAB VIII DESAIN SISTEM TERINCI 1.         DESAIN INPUT TERINCI Masukan (input) merupakan awal dimulainya proses informasi. Bahan men...

Popular Posts

    BAB II TINJAUAN  UMUM PENGEMBANGAN SISTEM BAB II TINJAUAN UMUM PENGEMBANGAN SISTEM
    no image Etika Profesi Di Bidang IT (Informasi dan Teknologi)
    no image KONSEP DASAR SISTEM, INFORMASI DAN SISTEM INFORMASI
    no image BAB I PENGERTIAN SISTEM INFORMASI
    no image BAB 2 PERKEMBANGAN ETIKA PROFESI DALAM BIDANG IT
    no image BAB I GAMBARAN UMUM ETIKA PROFESI
    (no title) (no title)
    no image BAB V TEKNIK PENGUMPULAN DATA
    no image BAB III PROFESI DALAM BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI
    no image (no title)

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

About Me

khulaefi07
View my complete profile

Blog Archive

  • May 2021 (2)
  • April 2021 (2)
  • May 2020 (2)
  • April 2020 (2)
  • February 2019 (9)
  • January 2019 (2)
  • November 2018 (4)
  • October 2018 (1)
  • Home
  • About
  • Contact
Powered by Blogger.
  • Home

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates