• Home
  • PROFIL
  • MATERI
    • SEMESTER III
      • SISTEM INFORMASI
        • BAB I
        • BAB II
        • BAB III
        • BAB IV
        • BAB V
        • BAB VI
        • BAB VII
        • BAB VIII
        • BAB IX
        • BAB X
        • BAB XI
      • KALKULUS II
      • STATISTIKA DAN PROBABILITAS
      • PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK
      • STRUKTUR DATA DAN ALGORITMA
    • SEMESTER VI
      • ANALISA DAN PERANCANGAN BERORIENTASI OBJEK
        • KONSEP DASAR SISTEM, INFORMASI DAN SISTEM INFORMASI
        • PENDEKATAN PERANCANGAN BERORIENTASI OBJEK
        • UML (Unified Modeling Language)
    • SEMESTER VIII
      • ETIKA PROFESI
        • ETIKA PROFESI DI BIDANG IT
        • BAB I GAMBARAN UMUM ETIKA PROFESI
        • BAB II PERKEMBANGAN ETIKA PROFESI DI BIDANG IT
        • BAB III PROFESI DALAM BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI
    • TUGAS
      • SEMESTER III
        • SISTEM INFORMASI
          • TUGAS BAB I DAN BAB II
          • TUGAS BAB III DAN BAB IV
          • TUGAS BAB V
          • TUGAS BAB VI, BAB VII DAN BAB VIII
          • TUGAS BAB IX
        • KALKULUS II
        • STATISTIKA DAN PROBABILITAS
        • PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK
        • STRUKTUR DATA DAN ALGORITMA
      • PENGAMANAN SISTEM KOMPUTER<
        • TUGAS BAB I DAN BAB II
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

PEMBELAJARAN

Teknik informatika


1.      Jelaskan perbedaan antara perancangan sistem informasi pendekatan secara terstruktur dengan peracangan sistem infomasi berorientasi objek jika di tinjau dari :
a)      Penggunaan alat permodelan
Jawab :
·         Perancangan sistem informasi pendekatan secara terstruktur
o   DFD( Data Flow Diagram ).
o   Kamus Data
o   Entity Relationship Diagram (ERD)
o   State Transition Diagram (STD)
·         Perancangan sistem informasi berorientasi objek
o   DFD (Data Flow Diagram )
o   Kamus Data
o   Entity Relationship Diagram (ERD)
o   State Transition Diagram (STD)

b)      Konsep penggunaanya
Jawab :
·         Perancangan sistem informasi pendekatan secara terstruktur
aktivitas mentransformasikan suatu hasil analisis ke dalam suatu perencanaan untuk dapat diimplementasikan ( diotomasikan).

·         Perancangan sistem informasi berorientasi objek
Suatu teknik atau cara pendekatan baru dalam melihat permasalahan dan sistem (sistem perangkat lunak. Sistem informasi, atau sistem lainnva). Pendekatan berorientasi objek akan memandang sistem yang akan dikembangkan sebagai suatu kumpulan objek yang berkorespondensi dengan objek-objek dunia nyata.

c)      Penggunaan sistem operasi dan bahasa pemrograman
Jawab :
·         Perancangan sistem informasi pendekatan secara terstruktur
Cobol Turbo Prolog, C, Pascal, Delphi, dan Borland Delphi.
·         Perancangan sistem informasi berorientasi objek
Visual Foxpro, Java, C++, Pascal (bahasa pemrograman), Visual Basic.NET 1, SIMULA, Smalltalk, Ruby, Python, PHP, C#, Delphi, Eiffel, Perl, dan Adobe Flash AS 3.0

d)      Kelebihan dan kekurangan
Jawab :
·         Perancangan sistem informasi pendekatan secara terstruktur
§  kelebihan
o   Memiliki algoritma pemecahan masalah yanag sederhana, standar dan efektif.
o   Penulisan program memiliki struktur logika yang benar dan mudah dipahami
o   Program hanya terdiri dari 3(tiga) struktur dasar, yaitu struktur berurutan, struktur seleksi dan struktur perulangan.
o   Memiliki dokumentasi yang baik.
o   Menghindari penggunaan pernyataan GOTO, yang akan menjadikan program tidak terstruktur dengan baik.
§  Kekurangan
o   Program cukup sulit untuk proses perawatan
o   Fungsi yang tersedia, susah untuk diubah tanpa harus mempengaruhi fungsi sistem secara keseluruhan.
o   Butuh usaha yang keras untuk menterjemahkan Business Models dalam programming models.
o   Mungkin dapat bekerja dengan baik pada saat terisolasi tapi tidak pada saat terintegrasi dengan sistem lain.
·         Perancangan sistem informasi berorientasi objek
§  Kelebihan
o   Dalam menggunakan sebuah class cukup sekali tidak perlu dituis berkali-kali.
o   Dapat menambahkan fitur pada class tanpa mengedit class asal.
o   Menggunakan objek tanpa harus tahu teknis yang ada didalamnya.
o   Data yang digunakan dalam bentuk private hanya bisa di akses oleh fungsi lokasi, sehingga tidak perlu khawatir untuk berpengaruh pada fungsi lainnya.
o   Dalam pembuatan library sangat mudah dalam penggunaan. Library java kian bertambah karena meningkatnya dalam pembangunan aplikasi sehingga library juga ikut meningkat untuk memudahkan programer dalam pembangunan aplikasi. Serta tampilan yang cukup rapi.
o   Memiliki sintak seperti bahasa C maupun C++.
o   Dapat mengatur memori secara langsung tanpa programer mengatur memori secara manual.
§  Kekurangan
o   Memiliki memori lebih besar dibandingkan dengan program terstruktur.
o   Mudah mengembalikan kode jadi menjadi kode sumber sehingga algoritma yang digunakan pun sulit untuk disembunyikan dan mudah dibajak.
2.      Sebutkan jurnal-jurnal penelitian (sertakan judul beserta pembahasan jurnal masing-masing) yakni :
a)      Perancangan sistem informasi berbasis online
Jawab :
Judul : PERANCANGAN SISTEM INFORMASI BOOKING PEREKAMAN E-KTP  (SI MBOK) BERBASIS WEB

Sistem informasi berbasis merupakan sebuah sistem yang dapat digunakan untuk kebutuhan penyebaran informasi melalui layanan internet. Dalam hal ini internet menjadi penyedia dari sekumpulan informasi yang diposting atau di upload, sehingga masyarakat umum dapat melihatnya setiap waktu. Oleh karena itu hadirnya internet mempermudah orang untuk dapat megimplementasikan hasil dari analisis sebuah sistem, sehingga terbentuknya sistem informasi berbasis web. Pelayanan pemerintah sudah seharusnya menggunakan sistem informasi berbasis web, hal ini digunakan agar memperoleh pencapaian kerja yang maksimal. Sebagai contoh studi kasus pelayanan pemerintah yang sedang mengalami beberapa keluhan dari masyarakat adalah pelayanan perekaman E-KTP yang mengalami antrian begitu panjang. Oleh karena itu sistem informasi berbasis web ini dalam lingkup Booking Perekaman E-KTP dapat mengurangi angka antrian yang berkepanjangan sehingga masyarakat merasa tidak puas terhadap pelayanan pemerintah. Pada penelitian ini dihasilkan sebuah perancangan sistem informasi berbasis web yang dapat diimplementasikan pada proses Booking perekaman E-KTP yang ada pada setiap masing-masing kantor pelayanan pemerintah.

Judul : SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS LOKASI PERUMAHAN  DI KABUPATEN TASIKMALAYA  BERBASIS WEB

Sistem Informasi Geografis Lokasi Perumahan di Kabupaten Tasikmalaya Berbasis Web bertujuan untuk memberikan informasi kepada pengguna mengenai titik-titik lokasi perumahan yang berada di wilayah Tasikmalaya. Keberadaan perumahan di daerah Tasikmalaya belum semua terdata dengan baik, hanya beberapa yang sudah terdaftar di internet itupun tidak disertai dengan titik lokasi, hanya berinfokan nama dan alamat perumahan. Banyak customer yang kurang mengetahui keberadaan atau lokasi perumahan ternama di wilayah sekitarnya.  Komputer sebagai salah satu alat bantu pengolahan data, karena mempunyai kemampuan yang tinggi dalam hal ketelitian, kecepatan, proses, kapasitas penyimpanan data yang besar sehingga lebih efisien terhadap waktu dan tenaga. Perancangan sistem merupakan strategi untuk memecahkan masalah dalam mengembangkan solusi terbaik bagi permasalahan itu. Pembuatan SIG berbasis web atau bisa disebut WEB GIS ini menggunakan bahasa pemrograman HTML, JavaScript, PHP, dan Bootstrap Framework CSS sebagai pembuatan tampilan aplikasi dan MySQL sebagai databasenya. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan dapat dipergunakan untuk mendapatkan informasi lokasi perumahan ternama di Tasikmalaya yang disajikan dalam bentuk peta.

Judul : PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENDAFTARAN NIKAH BERBASIS ONLINE DI KANTOR URUSAN AGAMA  KECAMATAN CIKELET

Kantor Urusan Agama Kecamatan Cikelet yaitu sebuah instansi pemerintah daerah yang berada dibawah pimpinan Kementrian Agama Kabupaten Garut yang salah satunya bertugas menangani data pernikahan dan perceraian  di  Kecamatan Cikelet. Di KUA Kecamatan Cikelet, pendaftaran nikah masih dilakukan secara manual, sehingga kurang optimalnya terhadap pelayanan masyarakat. Selain itu, data yang disimpan masih dibukukan sehingga dalam proses pencarian data menjadi terhambat. Dari masalah kinerja yang berjalan di KUA Kecamatan Cikelet, maka perlu dibuat aplikasi yang dapat mempermudah terhadap proses pendaftaran nikah sehingga proses pembuatan laporan di KUA Kecamatan Cikelet menjadi cepat.Dalam pembuatan laporan skripsi ini, menggunakan metodologi berorientasi objek dengan  pendekatan Unified Approach dari Ali Bahrami dan  Unified Modeling Language sebagai standar pemodelannya. Metode tersebut terdiri dari tahap analisis dan tahap perancangan.Tujuan dari hasil laporan skripsi ini yaitu dapat mempermudah pengguna ketika melakukan proses pendaftaran nikah.

Judul : Analisa dan Perancangan Aplikasi Penjualan Tanaman Hias Berbasis Online Sebagai Media Promosi Bagi  Salman KS Flowers

CV. Salman KS Flowers merupakan salah satu Usaha Kecil Menengah (UKM) yang bergerak dalam penjualan tanaman hias yang dapat memberikan kontribusi yang sangat signifikan dalam memacu pertumbuhan perekonomian di Sumatera barat khususnya kota Padang. Hal itu disebabkan karena semua UKM tersebut banyak menyerap tenaga kerja, sehingga  dapat menurunkan tingkat penganguran. Akan tetapi UKM yang ada di kota Padang masih menghadapi banyak masalah  antara lain masalah penjualan, pemasaran dan promosi selama ini masih belum menggunakan aplikasi. Berdasarkan masalah yang terjadi peneliti mencarikan sulusi  dengan merancang sebuah aplikasi penjulan tanaman hias berbasis online, aplikasi ini dapat membantu  CV. Salman KS. Flowers dalam penjulan dan pemasaran produk. Hasil dari penelitian ini merancang sebuah sistem informasi penjualan Tanaman hias  berbasis online sebagai media promosi. Aplikasi ini dirancang dapat digunakan oleh pelanggan salman KS Flowers secara baik dinilai dari 10 aspek. Setelah dilakukan pengujian melalui responden hasilnya menunjukan rata-rata Skor SUS sebesar 72 dengan Grade C. untuk pengujian beta diberikan oleh responen  sistem  ini dinilai dengan hasilnya layak dengan nilai rata-rata 72 dan Responden terdiri dari 30 orang pengguna yaitu pelanggan  salman KS Flowers. Hasil pengujian menunjukan 54 % pengguna menilai aplikasi ini cukup layak digunakan, 30 % menilai layak dan 16 % menilai aplikasi ini kurang layak.

Judul : PERANCANGAN SISTEM INFORMASI KREDIT MIKRO MAHASISWA BERBASIS WEB

Kredit mikro mahasiswa merupakan salah satu tempat untuk mengembangan dan  meningkatkan jiwa kewirausahaan. Untuk dapat meningkatkan jiwa kewirausahaan mahasiswa di butuhkan sistem yang sangat memadai dalam meningkatkan jumlah wirausaha. Sistem Informasi merupakan hal yang penting dan harus di miliki oleh setiap organisasi. Tujuan sistem informasi kredit mikro mahasiswa ini dirancang adalah untuk memudahkan bagi pengelolaan dan pengguna dalam menjalankan kegiatan kredit mikro wirausaha. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode deskriptif dengan melakukan observasi dan wawancara. Alat yang digunakan adalah flowchart dan DFD. Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan sistem informasi kredit mikro dapat memberikan solusi kecepatan, ketepatan dan keakuratan dalam melaksanakan pengolahan data kredit mikro mahasiswa agar mendapat hasil yang optimal.


b)      Perangcanagn sistem informasi berbasis web
Jawab :

Judul : ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM E-CLAIM PADA PT ASURANSI JIWA SYARIAH BUMIPUTERA CABANG MEDAN

PT Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera adalah unit usaha di bidang asuransi yang dijalankan dengan memperhatikan prinsip syariah. Klaim merupakan proses dimana pihak tertanggung meminta jaminan atau haknya dari pihak penanggung atas kerugian yang telah dialaminya. PT. Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera cabang Medan sudah memiliki sebuah sistem informasi untuk mengelolah data dan transaksi yang ada. Namun, dalam penerapannya masih belum efisien karena dalam melakukan pengajuan klaim masih ada prosedur yang dilakukan secara manual dan menggunakan media kertas. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dirancang suatu pembaruan sistem berbasis web yang lebih efektif. UML merupakan konsep pemodelan yang digunakan dalam menganalisa sistem.  Dalam perancangan akan menggunakan bahasa PHP, CSS, database MySQL. Tools dan editor yang digunakan  ialah XAMPP, Photoshop, Netbeans IDE dan Notepad++. Penelitian ini menggunakan metode berupa observasi, studi literatur dan wawancara langsung ke Asuransi Syariah Bumiputera. PT AJS Bumiputera dalam kegiatannya sudah menerapkan penggunaan teknologi informasi dengan baik. Hanya saja dalam proses sistem pengajuan klaim yang berjalan saat ini masih memiliki beberapa kelemahan yang menghambat.

Judul : ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI LAYANAN PESERTA PELATIHAN BERBASIS WEB PADA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PROVINSI JAMBI

Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) carries out education and secondary education quality assurance in the province based on the policy of the Minister of Education and Culture. In carrying out its main tasks, LPMP has various program activities such as Coordination Meeting (Coordination Meeting), Training, Workshop. At present, the procedure is applied to participants who come to LPMP to participate in various types of conventional training, meaning from starting to receiving participants, arranging classes, determining rooms, and storing documents, not yet properly recorded. While on archiving paper only contains storage of hardcopy documents. to change the participant acceptance method used today, that is, the conventional method becomes a computerized and WEB-based archive admission method. In approving the system, acceptance of participants based on this website uses webbased programming using PHP and MySQL. Regarding the purpose of this study is to study and analyze the problems that exist in the acceptance of participants in the activity and information systems for WEBbased training participants

Judul : PERANCANGAN SISTEM MANAJEMEN KONFERENSI UNTUK PENDAFTARAN DAN REVIEW BERBASIS ONLINE

Saat ini terdapat beberapa sistem manajemen konferensi, diantaranya EDAS, Confious, OpenConf, ConfTool, dan EasyChair. Pada sistem yang telah ada, penyelenggara konferensi mendaftarkan konferensinya ke salah satu sistem tersebut, dan selanjutnya link atau tautan web di share oleh penyelenggara pada jalur publikasi yang telah dibuat terkait konferensi tersebut (Call for Paper). Studi perbandingan antara beberapa aplikasi manajemen konferensi telah dilakukan pada sebuah survey oleh Tewari, dkk pada sebuah makalah berjudul “Survey of Conference Management Systems” yang melakukan studi terhadap EDAS, Confious, OpenConf, ConfTool and PaperDyne untuk beberapa fitur : 1)System 2) Conferences 3) TPC 4) Reviewers 5) Papers 6) Reports and 7)Notifications. Dari studi yang dilakukan, EDAS adalah sistem manajemen konferensi yang memiliki fitur paling lengkap dan paling terkenal diantara sistem lainnya yang dievaluasi. [2] Beberapa dekade terakhir, komunitas ilmiah menetapkan kebijakan dan mekanisme untuk menerapkan manajemen konferensi secara elektronik, terutama dengan memanfaatkan internet sebagai infrastruktur komunikasi dan kerjasama. Tujuan adalah untuk mengurangi biaya operasional dan komunikasi dengan tetap mempertahankan kualitas proses review atau evaluasi paper. Confious adalah salah satu contoh sistem manajemen mutakhir yang menggabungkan desain modern, algoritma canggih, dan mesin yang kuat untuk membantu pelaksana konferensi untuk dengan mudah menyelesaikan sejumlah tugas rumit dan melakukan kegiatan yang diperlukan untuk menghasilkan prosiding konferensi ilmiah. [3] Sebagai contoh, sistem EDAS, EDAS diimplementasikan dalam model LAMP (Linux-ApacheMySQL-PHP). EDAS berjalan pada satu set server Linux yang didistribusikan di dua pusat hosting komersial, satu di Dallas, Texas, yang lainnya di San Diego, California. Kedua pusat data memiliki beberapa koneksi jaringan yang berlebihan dan daya cadangan. Naskah PDF disalin ke tiga server yang berbeda. Semua operasi basis data direplikasi secara real time di dua server basis data. Selain itu, snapshot setiap malam dari basis data disimpan pada server ketiga yang hanya digunakan untuk cadangan. [4]. Fitur yang disediakan oleh aplikasi manajemen konferensi sekelas EDAS termasuk web page dan publikasi, pemasukan makalah, proses review, registrasi, schedule, dan online proceeding. Manajemen konferensi konvensional masih menggunakan metode manual di mana email menjadi cara yang andal dan efektif untuk mengirim data dan proses pengiriman makalah. Namun, ketika jumlah pengiriman kertas meningkat ke skala tertentu, pengumpulan informasi ini secara manual menjadi membosankan. Ini sering mengakibatkan masalah seperti mengumpulkan informasi penulis yang salah, mengabaikan beberapa pengiriman dan memperlambat proses organisasi konferensi. Beberapa sistem manajemen konferensi berbasis web di dunia telah dikembangkan dan digunakan oleh banyak konferensi internasional. Mereka telah mengimplementasikan fungsi-fungsi seperti menyebarkan
1 Korespondensi penulis: Eddy Tungadi, Telp 08117337887,eddy.tungadi@poliupg.ac.id
Prosiding SeminarNasional Penelitian &Pengabdian Kepada Masyarakat 2019 (pp.79-84) 978-602-60766-7-0
Bidang Ilmu Teknik Elektro, Teknik Komputer & Jaringan, Teknik Mekatronika, Telekomunisasi… 80
informasi konferensi secara real-time dan serentak, menangani pengiriman dan review makalah. Fungsi-fungsi ini memberikan keandalan dan keamanan dan mempercepat proses organisasi konferensi. Namun, beberapa unit kerja di Politeknik Negeri Ujung Pandang masih menggunakan manajemen konferensi semi manual. Untuk penyebaran informasi sudah menggunakan sistem, namun untuk proses pendaftaran dan review belum dilakukan melalui sistem manajemen. Hal ini berdampak pada tidak efisiennya proses penyelenggaraan konferensi. Demikian juga dengan ketersediaan data yang tidak terpusat. Mengingat proses pengelolaan konferensi yang cukup panjang, maka perlu dibuat sebuah sistem yang dapat mengakomodir seluruh proses dari awal publikasi, pendaftaran, hingga review makalah. Sistem ini disebut SIMAKON.

Judul : PERANCANGAN SISTEM REKOMENDASI BUKU PADA KATALOG PERPUSTAKAAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN CONTENT-BASED FILTERING DAN ALGORITMA  FP-GROWTH

Rekomender sistem mulai jamak diimplementasikan seiring dengan berkembangnya media dan aktifitas berbasis online atau Internet, menggunakan aplikasi web atau mobile. Sistem rekomendasi biasanya merupakan fitur tambahan suatu program aplikasi. Proses menentukan dan menganalisa pola peminjaman buku di perpustakaan oleh mahasiswa dapat dilakukan dengan menyusun aturan asosiasi. Di dalam data mining, untuk menyusun aturan asosiasi dapat menggunakan pendekatan content-based filtering dan algoritma Frequent Pattern Growth (FP-Growth). Pada penelitian ini menerapkan pendekatan content-based filtering dan algoritma Frequent Pattern Growth (FP-Growth) untuk menentukan pola peminjaman buku pada perpustakaan di Fakultas Teknologi Informasi Universitas Stikubank Semarang. Aturan asosiasi dapat dimanfaatkan untuk memilih buku-buku yang akan ditampilkan pada katalog perpustakaan yang disesuaikan dengan data riwayat peminjaman buku pengguna




Judul : ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK BERBASIS WEB PADA MI AL-MURSYIDIYYAH AL-‘ASYIROTUSSYAFI’IYYAH 

Perkembangan Teknologi dalam era globalisasi saat ini melaju dengan sangat pesat dan informasi yang beredar semakin banyak dan kompleks sehingga dunia pendidikan harus dapat mengikuti perkembangan teknologi terutama dalam bidang teknologi komputer, Seiring dengan perkembangan teknologi saat ini. Kebutuhan manusia akan informasi pada saat ini menjadi begitu mudah terpenuhi dengan hadirnya internet, yang memungkinkan melakukan transfer informasi hanya dengan hitungan detik.Namun seiring dengan kemajuan teknologi ditambah dengan meningkatnya gaya hidup mobile. Proses pemantauan nilai akademik siswa pada sistem yang sedang berjalan pada MI Al-Mursyidiyyah Al-’Asyirotussyafi’iyyah dilakukan dengan cara yang konvesional, dimana siswa dan wali siswa hanya bisa melihat hasil dari kemampuan siswa tersebut pada akhir masa pembelajaran atau yang kita kenal dengan istilah pembagian raport siswa.Untuk membantu pihak sekolah dan orang tua atau wali siswa dalam memantau nilai akademik siswa MI Al-Mursyidiyyah Al-’Asyirotussyafi’iyyah – Pamulang, melalui sebuah aplikasi berbasis web dan diharapkan aplikasi ini dapat memberikan informasi kepada pihak sekolah dan orang tua secara efektif dan efisien yang berkaitan dengan penilaian akademik siswa.Metode yang di gunakan dalam melakukan pengembangan sistem aplikasi yaitu SDLC (System Development Life Cycle) dengan model proses waterfall, Dengan sistem yang dijalankan diharapkan akan meminimalisir kesalahan yang tidak diperlukan dalam pembuatan dan pelaporan nilai siswa.

c)      Perancangan sistem informasi berbasis android
Jawab :
Judul : PERANCANGAN MOBILE LEARNING                                                                                                  MATA KULIAH SISTEM OPERASI BERBASIS ANDROID

Sistem operasi sekarang ini menjadi salah satu bagian dari kurikulum program studi yang mengatas namakan teknologi informasi. Karena mata kuliah sistem operasi merupakan dasar dari pengenalan sebuah perangkat, baik itu komputer maupun ponsel. Proses belajar mengajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, teknologi ponsel atau telepon genggam juga mengalami peningkatan yang pesat. Hal ini dibuktikan dengan banyak siswa yang menjadikan ponsel tersebut sebagai alat pembelajaran. Pembelajaran mengalami perpindahan yang semula konvensional menjadi E-Learning. Aplikasi Mobile Learning ini berisi informasi, chat, kuis, kursus, forum atau yang lain.

Judul : PERANCANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT ISPA DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR BERBASIS ANDROID

Penggunaan teknologi informasi untuk keperluan akses berbagai informasi saat ini telah memasyarakat secara luas, termasuk digunakan untuk mengakses informasi kesehatan. Infeksi saluran pernapasan akut atau sering disebut sebagai ISPA adalah terjadinya infeksi yang parah pada bagian sinus, tenggorokan, saluran udara, atau paru-paru. Infeksi yang terjadi lebih sering disebabkan oleh virus meski bakteri juga bisa menyebabkan kondisi ini. Pengecekan gejala penyakit ini dilakukan oleh pihak medis, dalam hal ini adalah dokter. Pada penelitian kali ini peneliti akan membangun sebuah sistem pakar  dengan menggunakan metode penelusuran kedepan (Forward Chaining) untuk menemukan solusi atau kemungkinan penyakit yang diderita oleh user dan menggunakan metode certainty factor untuk memperoleh keyakinan persentase penyakit yang diderita. Aplikasi Sistem Pakar ini menghasilkan keluaran berupa kemungkinan penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) yang diderita berdasarkan gejala yang dirasakan oleh user.

Judul : Perancangan Sistem Informasi Geografis Untuk Pencarian Studio Musik Berbasis Android

Sekarang ini belum adanya aplikasi untuk dapat menampilkan peta dan rute perjalanan menuju tempat studio terdekat di Jakarta Pusat, untuk mempermudah dalam informasi adanya tempat studio music beserta lokasinya. Maka penulis membuat aplikasi pencarian studio musik. Aplikasi ini menggunakan metode Sistem Operasi Geografis (SIG).Paper ini melaporkan hasil penelitian berupa perancangan aplikasi pencarian studio music di Jakarta Pusat. Aplikasi mobile ini menggunakan perangkat lunak Android Studio. Pada tahapan alisis system dihasilkan bentuk masukan, bentuk keluaran, kemudian ditentukan juga flowchart, use case diagram, diagram activity, diagram class, diagram sequence, diagram deployment. Luaran awal dari penelitian ini telah dihasilkan. Dari luaran awal ini, dapat disimpulkan bahwa analisis dan perancangan system telah berjalan dengan baik

Judul : RANCANG BANGUN  AKSES KONTROL PINTU GERBANG BERBASIS ARDUINO DAN ANDROID

Artikel ini memaparkan hasil penelitian tentang rancang bangun prototype perangkat sistem pengendali pintu gerbang otomatis berbasis Arduino dan sistem operasi Android. Pembuatan alat  dilakukan sebagai salah satu usaha dalam kemajuan teknologi untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan melalui pengembangan sistem otomasi pada rumah berupa pintu gerbang otomatis. Komponen yang digunakan untuk perancangan sistem adalah modul mikrokontroler Arduino Uno R3, Modul Bluetooth  HC-05, Sensor getar  Piezoelektrik, Motor DC, Power Bank dengan kapasitas 5600 mAh  dan telepon pintar berbasis Android versi 4.2.1, sedangkan perancangan software menggunakan Arduino IDE, Android SDK dan  Eclipse IDE. Berdasarkan hasil pengukuran dan pengujian, sistem pada alat yang dibuat mampu membuka dan menutup pintu gerbang secara otomatis pada jarak maksimum 11 meter dengan waktu respon maksimum 1 detik  dalam keadaan ruang terbuka.


Judul : PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MOBILE BERBASIS ANDROID UNTUK  KONTROL PERSEDIAAN BARANG DI GUDANG

Penggunaan teknologi informasi untuk kegiatan mengolah data pada berbagai aktivitas perusahaan khususnya pada bagian gudang merupakan bagian penting bagi setiap perusahaan, dengan teknologi ini data yang telah diolah dapat menjadi sebuah informasi yang cepat dan tepat. Pada saat ini banyak perusahaan yang masih menggunakan metode pencatatan manual untuk mendata barang yang masuk maupun keluar dari gudang. Sedangkan disisi lain era digital semakin berkembang pesat yang kemudian didukung dengan munculnya sistem operasi Android, dengan kemampuan teknologi mobile membuat masyarakat mulai meninggalkan penggunaan kertas dan beralih ke metode komputer untuk menunjang kegiatan sehari–harinya. Oleh karenanya sistem informasi ini dibuat sebagai jawaban kebutuhan tersebut. Dengan sistem informasi ini, para pegawai gudang tidak perlu lagi melakukan pencatatan data barang masuk maupun keluar secara manual yang kemudian disalin untuk disimpan dalam database server, juga para kepala gudang tak harus masuk ke dalam ruangannya dan mengakses komputernya untuk melakukan kontroling data. Sistem ini dirancang dengan menggunakan sistem operasi Android, MySQL sebagai database servernya dan PHP sebagai jembatan komunikasinya, sehingga memungkinkan user untuk mengakses database yang tersedia secara mobile diamanapun berada



Share
Tweet
Pin
Share
No coment�rios

KONSEP DASAR INFORMASI, KONSEP DASAR SISTEM DAN KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI
1.      Konsep Dasar Sistem
Sistem yaitu kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Menurut Jerry FithGerald ; sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
Karakteristik Sistem / Elemen Sistem :

·         Memiliki komponen

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut supra sistem, misalnya suatu perusahaan dapat disebut dengan suatu sistem dan industri yang merupakan sistem yang lebih besar dapat disebut dengan supra sistem. Kalau dipandang industri sebagai suatu sistem, maka perusahaan dapat disebut sebagai subsistem. Demikian juga bila perusahaan dipandang sebagai suatu sistem, maka sistem akuntansi adalah subsistemnya.
·         Batas sistem (boundary)

Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
·         Lingkungan luar sistem (environment) ;

Adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.
·         Penghubung sistem (interface) ;

Merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya.
·         Masukan sistem (input) ;

Merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah maintanance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
·         Keluaran sistem (Output) ;
Merupakan hasil dari energi yang diolah oleh sistem.
·         Pengolah sistem (Process) ;
Merupakan bagian yang memproses masukan untuk menjadi keluaran yang diinginkan.

·          Sasaran sistem ;
Kalau sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya.
A.    Klasisfikasi sistem :

Ø  Sistem abstrak ; sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik (sistem teologia)
Sistem fisik ; merupakan sistem yang ada secara fisik (sistem komputer, sistem akuntansi, sistem produksi dll.)
Ø  Sistem alamiah ; sistem yang terjadi melalui proses alam. (sistem matahari, sistem luar angkasa, sistem reproduksi dll.
Sistem buatan manusia ; sistem yang dirancang oleh manusia.
Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin disebut human-machine system (contoh ; sistem informasi)
Ø  Sistem Tertentu (deterministic system) ; beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan (contoh ; sistem komputer)
Sistem tak tentu (probabilistic system) ; sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
Ø  Sistem tertutup (close system) ; sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan sistem luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem tersebut ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup).
Sistem terbuka (open system) ; sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.
Sistem sederhana dan Sistem kompleks
Tingkatan Sistem Informasi
Beberapa jenis TI yang dikembangkan berdasarkan lini manajerial, memiliki fungsi dan manfaat bagi tiap tingkatan manajerial. Adapun tingkatan SI tersebut adalah :

Ø  Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Sytems-TPS). TPS merupakan hasil perkembangan dari pembentukan kantor elektronik, dimana sebagian dari pekerjaan rutin diotomatisasi termasuk untuk pemrosesan transaksi. Pada TPS, data yang dimasukkan merupakan data-data transaksi yang terjadi.
Ø  Sistem Informasi Manajemen (SIM). SIM adalah sebuah kelengkapan pengelolaan dari proses-proses yang menyediakan informasi untuk manajer guna mendukung operasi-operasi dan pembuatan keputusan dalam sebuah organisasi.Pada SIM, masukan yang diberikan berupa data transaksi yang telah diproses, beberapa data yang asli, model-model pengolahan data.Kemudian data-data tersebut akan diproses. Proses yang terjadi berupa pembuatan laporan-laporan yang ringkas, keputusan-keputusan yang rutin dan jawaban dari query yang diberikan.
Ø  Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan peningkatan dari SIM dengan penyediaan prosedur-prosedur khusus dan pemodelan yang unik yang akan membantu manajer dalam memperoleh alternative keputusan.
Ø  Sistem Informasi e-Business dibangun untuk menjawab tantangan pengintegrasian data dan informasi dari proses bisnis berbasis internet.
Ø  Lebih spesifik dikenal juga yang disebut dengan sistem terotomasi ;
yang merupakan bagian dari sistem buatan manusia dan berinteraksi dengan kontrol oleh satu atau lebih komputer sebagai bagian dari sistem yang digunakan dalam masyarakat modern.
Sistem terotomasi mempunyai sejumlah komponen yaitu ;
Perangkat keras (CPU, disk, printer, tape).
Ø  Perangkat lunak (sistem operasi, sistem database, program pengontrol komunikasi, program aplikasi).
Ø  Personil (yang mengoperasikan sistem, menyediakan masukan, mengkonsumsi keluaran dan melakukan aktivitas manual yang mendukung sistem).
Ø  Data (yang harus tersimpan dalam sistem selama jangka waktu tertentu).
Ø  Prosedur (instruksi dan kebijakan untuk mengoperasikan sistem).
Sistem terotomasi terbagi dalam sejumlah katagori :
Ø  On-line systems. Sistem on-line adalah sistem yang menerima langsung input pada area dimana input tersebut direkam dan menghasilkan output yang dapat berupa hasil komputasi pada area dimana mereka dibutuhkan. Area sendiri dapat dipisah-pisah dalam skala, misalnya ratusan kilometer. Biasanya digunakan bagi reservasi angkutan udara, reservasi kereta api, perbankan dll.
·         Real-time systems. Sistem real-time adalah mekanisme pengontrolan, perekaman data, pemrosesan yang sangat cepat sehinga output yang dihasilkan dapat diterima dalam waktu yang relatif sama. Perbedaan dengan sistem on-line adalah satuan waktu yang digunakan real-time biasanya seperseratus atau seperseribu detik sedangkan on-line masih dalah skala detik atau bahkan kadang beberapa menit. Perbedaan lainnya, on-line biasanya hanya berinteraksi dengan pemakai, sedangkan real-time berinteraksi langsung dengan pemakai dan lingkungan yang dipetakan.
·         Decision support system + strategic planning system. Sistem yang memproses transaksi organisasi secara harian dan membantu para manajer mengambil keputusan, mengevaluasi dan menganalisa tujuan organisasi. Digunakan untuk sistem penggajian, sistem pemesanan, sistem akuntansi dan sistem produksi. Biasanya berbentuk paket statistik, paket pemasaran dll. Sistem ini tidak hanya merekam dan menampilkan data tetapi juga fungsi-fungsi matematik, data analisa statistik dan menampilkan informasi dalam bentuk grafik (tabel, chart) sebagaimana laporan konvensional.
·         Knowledge-based system. Program komputer yang dibuat mendekati kemampuan dan pengetahuan seorang pakar. Umumnya menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak khusus seperti LISP dan PROLOG.
Sistem berdasarkan prinsip dasar secara umum terbagi dalam :
·         Sistem terspesialisasi ; adalah sistem yang sulit diterakpan pada lingkungan yang berbeda (misalnya sistem biologi; ikan yang dipindahkan ke darat).
·         Sistem besar ; adalah sistem yang sebagian besar sumber dayanya berfungsi melakukan perawatan harian (misalnya dinosaurus sebagai sistem biologi menghabiskan sebagian besar masa hidupnya dengan makan dan makan).
·         Sistem sebagai bagian dari sistem lain ; sistem selalu merupakan bagian dari sistem yang lebih besar, dan dapat terbagi menjadi sistem yang lebih kecil.
·         Sistem berkembang ; walaupun tidak berlaku bagi semua sistem tetapi hampir semua sistem selalu berkembang.
Pelaku sistem terdiri dari 7 kelompok :
o   Pemakai ;
Pada umumnya 3 ada jenis pemakai, yaitu operasional, pengawas dan eksekutif.
o   Manajemen ;
Umumnya terdiri dari 3 jenis manajemen, yaitu manajemen pemakai yang bertugas menangani pemakaian dimana sistem baru diterapkan, manajemen sistem yang terlibat dalam pengembangan sistem itu sendiri dan manajemen umum yang terlibat dalam strategi perencanaan sistem dan sistem pendukung pengambilan keputusan. Kelompok manajemen biasanya terlibat dengan keputusan yang berhubungan dengan orang, waktu dan uang, misalnya ;
“ sistem tersebut harus mampu melakukan fungsi x,y,z, selain itu harus dikembangkan dalam waktu enam bulan dengan melibatkan programmer dari departemen w, dengan biaya sebesar x”.
o   Pemeriksa ;
Ukuran dan kerumitan sistem yang dikerjakan dan bentuk alami organisasi dimana sistem tersebut diimplementasikan dapat menentukan kesimpulan perlu tidaknya pemeriksa. Pemeriksa biasanya menentukan segala sesuatunya berdasarkan ukuran-ukuran standar yang dikembangkan pada banyak perusahaan sejenis.
o   Penganalisa sistem ;
Fungsi-fungsinya antara lain sebagai :
- Arkeolog ; yaitu yang menelusuri bagaimana sebenarnya sistem lama berjalan, bagaimana sistem tersebut dijalankan dan segala hal yang menyangkut sistem lama.
- Inovator ; yaitu yang membantu mengembangkan dan membuka wawasan pemakai bagi kemungkinan-kemungkinan lain.
- Mediator ; yaitu yang menjalankan fungsi komunikasi dari semua level, antara lain pemakai, manajer, programmer, pemeriksa dan pelaku sistem yang lainnya yang mungkin belum punya sikap dan cara pandang yang sama.
- Pimpinan proyek ; Penganalisa sistem haruslah personil yang lebih berpengalaman dari programmer atau desainer. Selain itu mengingat penganalisa sistem umumnya ditetapkan terlebih dahulu dalam suatu pekerjaan sebelum yang lain bekerja, adalah hal yang wajar jika penanggung jawab pekerjaan menjadi porsi penganalisa sistem.
o   Pendesain sistem ;
Pendesain sistem menerima hasil penganalisa sistem berupa kebutuhan pemakai yang tidak berorientasi pada teknologi tertentu, yang kemudian ditransformasikan ke desain arsitektur tingkat tinggi dan dapat diformulasikan oleh programmer.
o   Programmer ;
Mengerjakan dalam bentuk program dari hasil desain yang telah diterima dari pendesain.
o   Personel pengoperasian ;
Bertugas dan bertanggungjawab di pusat komputer misalnya jaringan, keamanan perangkat keras, keamanan perangkat lunak, pencetakan dan backup. Pelaku ini mungkin tidak diperlukan bila sistem yang berjalan tidak besar dan tidak membutuhkan klasifikasi khusus untuk menjalankan sistem.

Hal mendasar dalam pengembangan sistem

Penganalisa sistem merupakan bagian dari tim yang berfungsi mengembangkan sistem yang memiliki daya guna tinggi dan memenuhi kebutuhan pemakai akhir. Pengembangan ini dipengaruhi sejumlah hal,yaitu :
• Produktifitas, saat ini dibutuhkan sistem yang lebih banyak, lebih bagus dan lebih cepat. Hal ini membutuhkan lebih banyak programmer dan penganalisa sistem yang berkualitas, kondisi kerja ekstra, kemampuan pemakai untuk mengambangkan sendiri, bahasa pemrograman yang lebih baik, perawatan sistem yang lebih baik (umumnya 50 % sampai 70 % sumber daya digunakan untuk perawatan sistem), disiplin teknis pemakaian perangkat lunak dan perangkat pengembangan sistem yang terotomasi.
• Realibilitas, waktu yang dihabiskan untuk testing sistem secara umum menghabiskan 50% dari waktu total pengembangan sistem.
Dalam kurun waktu 30 tahun sejumlah sistem yang digunakan di berbagai perusahaan mengalami kesalahan dan ironisnya sangat tidak mudah untuk mengubahnya. Jika terjadi kesalahan, ada dua cara yang bisa dilakukan, yaitu melakukan pelacakan sumber kesalahan dan harus menemukan cara untuk mengoreksi kesalahan tersebut dengan mengganti program, menghilangkan sejumlah statement lama atau menambahkan sejumlah statement baru.
• Maintabilitas, perawatan mencakup ;
- modifikasi sistem sesuai perkembangan perangkat keras untuk meningkatkan kecepatan pemrosesan (yang memegang peranan penting dalam pengoperasian sistem),
- modifikasi sistem sesuai perkembangan kebutuhan pemakai. Antara 50% sampai 80% pekerjaan yang dilakukan pada kebanyakan pengembangan sistem dilakukan untuk revisi, modifikasi, konversi,peningkatan dan pelacakan kesalahan.
2.       Konsep dasar sistem informasi
Informasi: data yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan dapat berupa fakta, suatu nilai yang bermanfaat. Jadi ada suatu proses transformasi data menjadi suatu informasi == input - proses – output.
Data merupakan raw material untuk suatu informasi. Perbedaan informasi dan data sangat relatif tergantung pada nilai gunanya bagi manajemen yang memerlukan. Suatu informasi bagi level manajemen tertentu bisa menjadi data bagi manajemen level di atasnya, atau sebaliknya.
Representasi informasi: pelambangan informasi, misalnya: representasi biner.
Kuantitas informasi: satuan ukuran informasi. Tergantung representasi. Untuk representasi biner satuannya: bit, byte, word dll.
Kualitas informasi: bias terhadap error, karena: kesalahan cara pengukuran dan pengumpulan, kegagalan mengikuti prosedur prmrosesan, kehilangan atau data tidak terproses, kesalahan perekaman atau koreksi data, kesalahan file histori/master, kesalahan prosedur pemrosesan ketidak berfungsian sistem.
Umur informasi: kapan atau sampai kapan sebuah informasi memiliki nilai/arti bagi penggunanya. Ada condition informasion (mengacu pada titik waktu tertentu) dan operating information (menyatakan suatu perubahan pada suatu range waktu).
Kualitas Informasi ; tergantung dari 3 hal, yaitu informasi harus :
·         Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan masudnya.
·         Tetap pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat.
·         Relevan, berarti informasi tersebut menpunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.
Nilai Informasi ; ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Pengukuran nilai informasi biasanya dihubungkan dengan analisis cost effectiveness atau cost benefit.

3.       Definisi sistem informasi
Suatu sistem terintegrasi yang mampu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi penggunanya. Sebuah sistem terintegrasi atau sistem manusia-mesin, untuk menyediakan informasi untuk mendukung operasi, manajemen dalam suatu organisasi.
Sistem ini memanfaatkan perangkat keras dan perangkat lunak komputer, prosedur manual, model manajemen dan basis data.
Dari definisi di atas terdapat beberapa kata kunci :
·         Berbasis komputer dan Sistem Manusia/Mesin
- Berbasis komputer: perancang harus memahami pengetahuan komputer dan pemrosesan informasi
- Sistem manusia mesin: ada interaksi antara manusia sebagai pengelola dan mesin sebagai alat untuk memroses informasi. Ada proses manual yang harus dilakukan manusia dan ada proses yang terotomasi oleh mesin. Oleh karena itu diperlukan suatu prosedur/manual sistem.
·         Sistem basis data terintegrasi
- Adanya penggunaan basis data secara bersama-sama (sharing) dalam sebuah data base manajemen system.
·         Mendukung Operasi
- Informasi yang diolah dan di hasilkan digunakan untuk mendukung operasi organisasi.

Istilah Sistem Informasi
=Manajemen Information System
= Information Processing System
= Information Decision System
= Information System.

Semuanya mengacu pada sebuah sistem informasi berbasis komputer yang dirancang untuk mendukung operasi, manajemen dan fungsi pengambilan keputusan suatu organisasi.
Menurut Robert A. Leitch ; sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Komponen Fisik Sistem Informasi:
·         Perangkat keras komputer: CPU, Storage, perangkat Input/Output, Terminal untuk interaksi, Media komunikasi data.
·         Perangkat lunak komputer: perangkat lunak sistem (sistem operasi dan utilitinya), perangkat lunak umum aplikasi (bahasa pemrograman), perangkat lunak aplikasi (aplikasi akuntansi dll).
·         Basis data: penyimpanan data pada media penyimpan komputer.
·         Prosedur: langkah-langkah penggunaan sistem.
·         Personil untuk pengelolaan operasi (SDM), meliputi:
- Clerical personnel (untuk menangani transaksi dan pemrosesan data dan melakukan inquiry = operator);
- First level manager: untuk mengelola pemrosesan data didukung dengan perencanaan, penjadwalan, identifikasi situasi out-of-control dan pengambilan keputusan level menengah ke bawah.
- Staff specialist: digunakan untuk analisis untuk perencanaan dan pelaporan.
- Management: untuk pembuatan laporan berkala, permintaan khsus, analisis khusus, laporan khsusus, pendukung identifikasi masalah dan peluang.
Aplikasi = program + prosedur pengoperasian.

Ø  HUBUNGAN PENGELOLA DENGAN SISTEM INFORMASI
Pada bagian 1 sudah disebutkan bahwa salah satu komponen dari sistem informasi adalah personel sebagai pengelola informasi. Oleh karena itu hubungan antara sistem informasi dengan pengelolanya sangat erat. Sistem informasi yang dibutuhkan sangat tergantung dari kebutuhan pengelolanya.
Pengelola sistem informasi terorganisasi dalam suatu struktur manajemen. Oleh karena itu bentuk / jenis sistem informasi yang diperlukan sesuai dengan level manajemennya.
o   Manajemen Level Atas: untuk perencanaan strategis, kebijakan dan pengambilan keputusan.
o   Manejemen Level Menengah: untuk perencanaan taktis.
o   Manejemen Level Bawah: untuk perencanan dan pengawasan operasi
Operator: untuk pemrosesan transaksi dan merespon permintaan.

Untuk pengembangan sebuah sistem informasi diperlukan struktur manajemen organisasi personil.
Strutktur dasarnya:
Direktur Sistem Informasi
Manajer Pengembangan Sistem
Analis Sistem
Programmer
Manejer Komputer dan Operasi.
Variasi struktur manajemen sangat tergantung pada Managerial Efficiency vs User Service.

Ø  PENERAPAN SISTEM INFORMASI DALAM AKTIVITAS MANUSIA, ANTARA LAIN:
o   Sistem reservasi pesawat terbang: digunakan dalam biro perjalanan untuk melayani pemesanan/pembelian tiket.
o   Sistem untuk menangani penjualan kredit kendaraan bermotor sehingga dapat digunakan untuk memantau hutang para pelanggan.
o   Sistem biometric yang dapat mencegah orang yang tak berwenang mengakses informasi yang bersifat rahasia dengan cara menganalisa sidik jari atau retina mata.
o   Sistem POS (point-of-sale) yang diterapkan pada pasar swalayan dengan dukungan pembaca barcode untuk mempercepat pemasukan data.
o   Sistem telemetri atau pemantauan jarak jauh yang menggunakan teknologi radio,misal untuk mendapatkan suhu lingkungan pada gunung berapi atau memantau getaran pilar jembatan rel kereta api.
o   Sistem berbasiskan kartu cerdas (smart card) yang dapat digunakan oleh juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien.
o   Sistem yang dipasang pada tempat-tempat public yang memungkinkan seseorang mendapatkan informasi seperti hotel,tempat pariwisata,pertokoan dll.
o   Sistem layanan akademis berbasis web.
o   Sistem pertukaran data elektronis (Electronic Data Interchange / EDI) yang memungkinkan pertukaran dokumen antar perusahaan secara elektronis dan data yg terkandung dalam dokumen dapat diproses secara langsung oleh komputer.
o   E-government atau system informasi layanan pemerintahan yang berbasis internet.

















Share
Tweet
Pin
Share
No coment�rios
Newer Posts
Older Posts

Search This Blog

Popular

  • BAB II TINJAUAN UMUM PENGEMBANGAN SISTEM
      1.     Definisi Pengembangan Sistem Pengembangan sistem (systems development) dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk men...
  • Etika Profesi Di Bidang IT (Informasi dan Teknologi)
    Etika Profesi Di Bidang IT (Informasi dan Teknologi) 1.    Pengertian Etika Profesi Etik (atau etika)  berasal dari kata ethos (bahasa Y...
  • KONSEP DASAR SISTEM, INFORMASI DAN SISTEM INFORMASI
    KONSEP DASAR INFORMASI, KONSEP DASAR SISTEM DAN KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI 1.       Konsep Dasar Sistem Sistem yaitu kumpulan da...
  • BAB I PENGERTIAN SISTEM INFORMASI
    Pengertian Sistem Informasi Beserta Komponen dan Contoh Penerapan Sistem Informasi   INTER...
  • BAB 2 PERKEMBANGAN ETIKA PROFESI DALAM BIDANG IT
      Dunia secara global Penemuan tehnologi   komputer yang   di mulai pada tahun 1940 secara bertahap Berkembang menjadi ilmu baru di masa s...
  • BAB I GAMBARAN UMUM ETIKA PROFESI
      A. Pengertian Etika Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia etika adalah: Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiba...
  • (no title)
    TUGAS BAB VI, VII DAN VIII 1.      Tentukan kesatuan luar yang terikat dalam sistem informasi akademik ? Jawab : ·         Admin...
  • BAB V TEKNIK PENGUMPULAN DATA
    A. Pengertian Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan. Data bisa b...
  • BAB III PROFESI DALAM BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI
      A. Organisasi Profesi Profesi merupakan bidang pekerjaan yang didasari oleh pendidikan keahlian tertentu. Contohnya adalah dokter, arsitek...
  • (no title)
    BAB VIII DESAIN SISTEM TERINCI 1.         DESAIN INPUT TERINCI Masukan (input) merupakan awal dimulainya proses informasi. Bahan men...

Popular Posts

    BAB II TINJAUAN  UMUM PENGEMBANGAN SISTEM BAB II TINJAUAN UMUM PENGEMBANGAN SISTEM
    no image Etika Profesi Di Bidang IT (Informasi dan Teknologi)
    no image KONSEP DASAR SISTEM, INFORMASI DAN SISTEM INFORMASI
    no image BAB I PENGERTIAN SISTEM INFORMASI
    no image BAB 2 PERKEMBANGAN ETIKA PROFESI DALAM BIDANG IT
    no image BAB I GAMBARAN UMUM ETIKA PROFESI
    (no title) (no title)
    no image BAB V TEKNIK PENGUMPULAN DATA
    no image BAB III PROFESI DALAM BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI
    no image (no title)

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

About Me

khulaefi07
View my complete profile

Blog Archive

  • May 2021 (2)
  • April 2021 (2)
  • May 2020 (2)
  • April 2020 (2)
  • February 2019 (9)
  • January 2019 (2)
  • November 2018 (4)
  • October 2018 (1)
  • Home
  • About
  • Contact
Powered by Blogger.
  • Home

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates