• Home
  • PROFIL
  • MATERI
    • SEMESTER III
      • SISTEM INFORMASI
        • BAB I
        • BAB II
        • BAB III
        • BAB IV
        • BAB V
        • BAB VI
        • BAB VII
        • BAB VIII
        • BAB IX
        • BAB X
        • BAB XI
      • KALKULUS II
      • STATISTIKA DAN PROBABILITAS
      • PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK
      • STRUKTUR DATA DAN ALGORITMA
    • SEMESTER VI
      • ANALISA DAN PERANCANGAN BERORIENTASI OBJEK
        • KONSEP DASAR SISTEM, INFORMASI DAN SISTEM INFORMASI
        • PENDEKATAN PERANCANGAN BERORIENTASI OBJEK
        • UML (Unified Modeling Language)
    • SEMESTER VIII
      • ETIKA PROFESI
        • ETIKA PROFESI DI BIDANG IT
        • BAB I GAMBARAN UMUM ETIKA PROFESI
        • BAB II PERKEMBANGAN ETIKA PROFESI DI BIDANG IT
        • BAB III PROFESI DALAM BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI
    • TUGAS
      • SEMESTER III
        • SISTEM INFORMASI
          • TUGAS BAB I DAN BAB II
          • TUGAS BAB III DAN BAB IV
          • TUGAS BAB V
          • TUGAS BAB VI, BAB VII DAN BAB VIII
          • TUGAS BAB IX
        • KALKULUS II
        • STATISTIKA DAN PROBABILITAS
        • PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK
        • STRUKTUR DATA DAN ALGORITMA
      • PENGAMANAN SISTEM KOMPUTER<
        • TUGAS BAB I DAN BAB II
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

PEMBELAJARAN

Teknik informatika


UML (Unified Modeling Language )
A.    UML adalah sekumpulan alat yang digunakan untuk melakukan abstraksi terhadap sebuah sistem atau perangkat lunak berbasis objek. UML merupakan singkatan dari Unified Modeling Language. UML juga menjadi salah satu cara untuk mempermudah pengembangan aplikasi yang berkelanjutan. Aplikasi atau sistem yang tidak terdokumentasi biasanya dapat menghambat pengembangan karena developer harus melakukan penelusuran dan mempelajari kode program. UML juga dapat menjadi alat bantu untuk transfer ilmu tentang sistem atau aplikasi yang akan dikembangkan dari satu developer ke developer lainya. Tidak hanya antar developer terhadap orang bisnis dan siapapun dapat memahami sebuah sistem dengan adanya UML.
UML diciptakan oleh Object Management Group yang diawali dengan versi 1.0 pada Januari 1997. Dalam pengembangan berorientasi objek ada beberapa prinsip yang harus dikenal:
·         Object
·         Class
·         Abstraction
·         Encapsulation
·         Inheritance
·         Polymorphism

Dalam UML sendiri terdapat beberapa diagram yang wajib dikuasai yaitu:
Structural Diagram
Class Diagram, diagram ini terdiri dari class, interface, association, dan collaboration. Diagram ini menggambarkan objek - objek yang ada di sistem.
Object Diagram, diagram ini menggambarkan hasil instansi dari class diagram. Diagram ini digunakan untuk membuat prototype
Component Diagram, diagram ini menggambarkan kumpulan komponen dan hubungan antar komponen. Komponen terdiri dari class, interface, atau collaboration
Deployment Diagram, diagram ini menggambarkan kumpulan node dan hubungan antar node. Node adalah entitas fisik dimana komponen di-deploy. Entitas fisik ini dapat berupa server atau perangkat keras lainnya.
Behavioral Diagram
Use case Diagram, diagram ini menggambarkan kumpulan use case, aktor, dan hubungan mereka. Use case adalah hubungan antara fungsionalitas sistem dengan aktor internal/eksternal dari sistem.
Sequence Diagram, diagram ini menggambarkan interaksi yang menjelaskan bagaimana pesan mengalir dari objek ke objek lainnya.
Collaboration Diagram, diagram ini merupakan bentuk lain dari sequence diagram. Diagram ini menggambarkan struktur organisasi dari sistem dengan pesan yang diterima dan dikirim.
Statechart Diagram, diagram ini menggambarkan bagaimana sistem dapat bereaksi terhadap suatu kejadian dari dalam atau luar. Kejadian (event) ini bertanggung jawab terhadap perubahan keadaan sistem.
Activity Diagram, menggambarkan aliran kontrol sistem. Diagram ini digunakan untuk melihat bagaimana sistem bekerja ketika dieksekusi.
UML umum digunakan di dunia kerja dan dunia pendidikan. Dunia kerja menggunakan UML untuk menggambarkan sistem dan aplikasi berbasis objek yang sudah ada sebelumnya atau merancang sistem dan aplikasi di awal pengembangan sebelum memasuki tahap coding. Beberapa posisi pekerjaan yang sering bersinggungan dengan UML antara lain system analyst, software architect, dan technical writer. System analyst selain perlu memiliki kemampuan coding, sudah tentu wajib menguasai UML, jika akan mengembangkan aplikasi atau sistem berbasis objek agar dapat menjadi acuan formal bagi para developer yang bekerja sama dengannya. Tidak hanya itu system analyst pun terkadang dituntut untuk menguasai pembuatan diagram lain seperti data flow diagram, flowchart, entity relationship diagram, dan lainnya. Sedangkan UML menjadi kemampuan wajib bagi seorang technical writer. Pekerjaan di posisi ini cukup banyak dibutuhkan oleh beberapa perusahaan yang kesulitan dalam membuat dokumentasi sistem atau aplikasi yang mereka kembangkan. Selain membuat user guide, technical writer diperlukan untuk membangun keseluruhan dokumentasi dalam UML dari aplikasi atau sistem, sehingga keberadaannya dapat menambah nilai aplikasi menjadi lebih tinggi.

UML pun digunakan sebagai alat dalam beberapa mata kuliah di perguruan tinggi yang membuka jurusan ilmu komputer, teknik informatika, sistem informasi, manajemen informatika, dan komputerisasi akuntansi. Mata kuliah yang biasa diberikan bernama Metodologi Berorientasi Objek dan Pemrograman Berorientasi Objek. Bahasa pemrograman yang digunakan umumnya Java, C#, dan PHP, kemudian mahasiswa akan mempelajari juga bagaimana merancang sebuah sistem atau aplikasi menggunakan UML terhadap suatu kasus dan membuat aplikasinya ketika memasuki tahap coding. Tidak hanya sebatas kuliah, beberapa perguruan tinggi yang mempunyai jurusan informatika, kadang mewajibkan penggunaan UML untuk digunakan sebagai alat bantu di skripsi, tesis, dan disertasi. Karena tidak semua akademisi dapat membaca semua kode program yang datang dari berbagai bahasa pemrograman, maka UML menjadi sarana untuk memahami aplikasi dan sistem yang dikembangkan akademisi lainnya.
Berikut ini adalah beberapa alat yang membantu kita untuk menggunakan UML disebut dengan CASE (computer aided software engineering). Ada beberapa CASE yang umum digunakan oleh para profesional yang menggunakan UML, diantaranya:
·         Sybase Power Designer
·         Rational Rose
·         Microsoft Visio
·         Enterprise Architect
Ada juga beberapa CASE yang open source dan dapat digunakan secara bebas tanpa terbentur dengan masalah pembayaran lisensi seperti berikut:
·         StarUML
·         DIA Diagram Editor
·         Umbrello
·         ArgoUML
·         Software Ideas Modeller
Eclipse UML2
Beberapa alat yang berbayar mempunyai kemampuan untuk melakukan forward engineering dan reverse engineering. Forward engineering adalah sebuah fitur dari suatu CASE dimana UML yang telah dirancang dapat menghasilkan kode program yang akan menjadi pijakan dan panduan untuk mengawali pengembangan aplikasi. Sehingga koherensi antara aplikasi dan UML dapat terjaga. Reverse engineering adalah fitur dimana suatu CASE dapat membaca kode program dan menghasilkan UML dari kode program yang telah ada atau sedang dibuat.
https://www.codepolitan.com/mengenal-diagram-uml-unified-modeling-language

Share
Tweet
Pin
Share
No coment�rios

PENDEKATAN PERANCANGAN SISTEM BERORIENTASI OBJEK
1.      Pendekatan Perancangan Sistem Berorientasi Objek
Pendekatan perancangan sistem berorientasi ojek adalah suatu teknik pendekatan baru dalam melihat permasalahan dan sistem (sistem perangkat lunak, sistem informasi, atau sistem lainnya). Pendekatan ini memandang sistem yang akan dikembangkan sebagai suatu kumpulan objek-objek dunia nyata.
Terdapat beberapa cara untuk mengabstraksikan dan memodelkan objek-objek tersebut, yaitu abstraksi objek, kelas, hubungan antar kelas sampai abstraksi sistem. Saat mengabstraksikan dan memodelkan objek, data dan proses-proses yang dipunyai oleh objek akan dienkapsulasi (dibungkus) menjadi satu kesatuan.
Dalam rekayasa perangkat lunak, konsep pendekatan berorientasi objek dapat diterapkan pada tahap analisis, perancangan, pemrograman, dan pengujian perangkat lunak. Ada berbagai teknik yang dapat digunakan pada masing-masing tahap tersebut, dengan aturan dan alat bantu pemodelan tertentu.

2.      Karakteristik dari Objek
Objek ialah Identitas. Berarti bahwa data diukur mempunyai nilai tertentu yang membedakan entitas disebut Objek. Objek dapat kongkrit, seperti halnya arsip dalam sistem, atau konseptual seperti kebijakan penjadualan dalam multiprocessing pada sistem operasi. Setiap objek mempunyai sifat yang melekat pada identitasnya. Dua objek dapat berbeda walaupun bila semua nilai atributnya identik.
Kelas Objek ialah gambaran sekumpulan Objek yang terbagi dalam atribut, operasi, metode, hubungan, dan makna yang sama. Suatu kegiatan mengumpulkan data (atribut) dan perilaku (operasi) yang mempunyai struktur data sama ke dalam satu grup. Kelas Objek merupakan wadah bagi Objek. Dapat digunakan untuk menciptakan Objek. Objek mewakili fakta / keterangan dari sebuah kelas.

3.      Metodologi Berorientasi Objek
Metodologi pengembangan sistem berorientasi objek mempunyai 3 karakteristik utama :
·         Encapsulation
Encapsulation merupakan dasar untuk pembatasan ruang lingkup program terhadap data yang diproses. Data dan prosedur atau fungsi dikemas bersama-sama dalam suatu objek, sehingga prosedur atau fungsi lain dari luar tidak dapat mengaksesnya. Data terlindung dari prosedur atau objek lain, kecuali prosedur yang berada dalam objek itu sendiri.

·         Inheritance
Inheritance adalah teknik yang menyatakan bahwa anak dari objek akan mewarisi data/atribut dan metode dari induknya langsung. Atribut dan metode dari objek dari objek induk diturunkan kepada anak objek, demikian seterusnya. Inheritance mempunyai arti bahwa atribut dan operasi yang dimiliki bersama di anatara kelas yang mempunyai hubungan secara hirarki. Suatu kelas dapat ditentukan secara umum, kemudian ditentukan spesifik menjadi subkelas. Setiap subkelas mempunyai hubungan atau mewarisi semua sifat yang dimiliki oleh kelas induknya, dan ditambah dengan sifat unik yang dimilikinya. Kelas Objek dapat didefinisikan atribut dan service dari kelas Objek lainnya. Inheritance menggambarkan generalisasi sebuah kelas.
·         Polymorphism
Polimorfisme yaitu konsep yang menyatakan bahwa seuatu yang sama dapat mempunyai bentuk dan perilaku berbeda. Polimorfisme mempunyai arti bahwa operasi yang sama mungkin mempunyai perbedaan dalam kelas yang berbeda. Kemampuan objek-objek yang berbeda untuk melakukan metode yang pantas dalam merespon message yang sama. Seleksi dari metode yang sesuai bergantung pada kelas yang seharusnya menciptakan Objek.
4.      Tools pendekatan berorientasi objek :
·         Rational Unified Process (RUP) (Rational Software – IBM 2003)
·         Fusion (Coleman 1994)
·         STS development Method 3 (ADM3) (Firesmith 1993)
·         Berard’s object-oriented design (Berard 1991)
·         Booch’s object-oriented design (Booch 1983, 1991)
·         Coad and Yourdon’s object – oriented analysis (Coad & Yourdon 1989)
·         Coad and Yourdon’s object-oriented analysis (OOA) (Coad & Yourdon 1991)
·         Jacobson’s Objectory (Jacobson & Linstrom 1992)
·         Rumbaugh’s object modelling technique (OMT) (Rumbaugh et al. 1991)
·         Object-oriented system analysis (OOA) (Shlaer & Mellor 1988)
5.      Kelebihan pendekatan berorientasi objek :
·         Dibandingkan dengan metode SSAD, OOAD lebih mudah digunakan dalam pembangunan system
·         Dibandingkan dengan SSAD, waktu pengembangan, level organisasi, ketangguhan,dan penggunaan kembali (reuse) kode program lebih tinggi dibandingkan dengan metode OOAD (Sommerville, 2000).
·         Tidak ada pemisahan antara fase desain dan analisis, sehingga meningkatkan komunikasi antara user dan developer dari awal hingga akhir pembangunan sistem.
·         Analis dan programmer tidak dibatasi dengan batasan implementasi sistem, jadi desain dapat diformliasikan yang dapat dikonfirmasi dengan berbagai lingkungan eksekusi.
·         Relasi obyek dengan entitas (thing) umumnya dapat di mapping dengan baik seperti kondisi pada dunia nyata dan keterkaitan dalam sistem. Hal ini memudahkan dalam mehami desain (Sommerville, 2000).
·         Memungkinkan adanya perubahan dan kepercayaan diri yang tinggi terhadap kebernaran software yang membantu untuk mengurangi resiko pada pembangunan sistem yang kompleks (Booch, 2007).
·         Encapsliation data dan method, memungkinkan penggunaan kembali pada proyek lain, hal ini akan memperingan proses desain, pemrograman dan reduksi harga.
·         OOAD memungkinkan adanya standarisasi obyek yang akan memudahkan memahami desain dan mengurangi resiko pelaksanaan proyek.
·         Dekomposisi obyek, memungkinkan seorang analis untuk memcah masalah menjadi pecahan-pecahan masalah dan bagian-bagian yang dimanage secara terpisah. Kode program dapat dikerjakan bersama-sama. Metode ini memungkinkan pembangunan software dengan cepat, sehingga dapat segera masuk ke pasaran dan kompetitif. Sistem yang dihasilkan sangat fleksibel dan mudah dalam memelihara.

6.      Kekurangan Pendekatan Berorientasi Objek :
·         Pada awal desain OOAD, sistem mungkin akan sangat simple.
·         Pada OOAD lebih fockus pada coding dibandingkan dengan SSAD.
·         Pada OOAD tidak menekankan pada kinerja team seperti pada SSAD.
·         Pada OOAD tidak mudah untuk mendefinisikan class dan obyek yang dibutuhkan sistem.
·         Sering kali pemrogramam berorientasi obyek digunakan untuk melakukan anlisisis terhadap fungsional siste, sementara metode OOAD tidak berbasis pada fungsional sistem.
·         OOAD merupakan jenis manajemen proyek yang tergolong baru, yang berbeda dengan metode analisis dengan metode terstruktur. Konsekuensinya adalah, team developer butuh waktu yang lebih lama untuk berpindah ke OOAD, karena mereka sudah menggunakan SSAD dalam waktu yang lama ( Hantos, 2005).
·         Metodologi pengembangan sistem dengan OOAD menggunakan konsep reuse. Reuse merupakan salah satu keuntungan utama yang menjadi alasan digunakannya OOAD. Namun demikian, tanpa prosedur yang emplisit terhadap reuse, akan sangat sliit untuk menerapkan konsep ini pada skala besar (Hantos, 2005).

Share
Tweet
Pin
Share
No coment�rios
Newer Posts
Older Posts

Search This Blog

Popular

  • BAB II TINJAUAN UMUM PENGEMBANGAN SISTEM
      1.     Definisi Pengembangan Sistem Pengembangan sistem (systems development) dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk men...
  • Etika Profesi Di Bidang IT (Informasi dan Teknologi)
    Etika Profesi Di Bidang IT (Informasi dan Teknologi) 1.    Pengertian Etika Profesi Etik (atau etika)  berasal dari kata ethos (bahasa Y...
  • KONSEP DASAR SISTEM, INFORMASI DAN SISTEM INFORMASI
    KONSEP DASAR INFORMASI, KONSEP DASAR SISTEM DAN KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI 1.       Konsep Dasar Sistem Sistem yaitu kumpulan da...
  • BAB I PENGERTIAN SISTEM INFORMASI
    Pengertian Sistem Informasi Beserta Komponen dan Contoh Penerapan Sistem Informasi   INTER...
  • BAB 2 PERKEMBANGAN ETIKA PROFESI DALAM BIDANG IT
      Dunia secara global Penemuan tehnologi   komputer yang   di mulai pada tahun 1940 secara bertahap Berkembang menjadi ilmu baru di masa s...
  • BAB I GAMBARAN UMUM ETIKA PROFESI
      A. Pengertian Etika Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia etika adalah: Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiba...
  • (no title)
    TUGAS BAB VI, VII DAN VIII 1.      Tentukan kesatuan luar yang terikat dalam sistem informasi akademik ? Jawab : ·         Admin...
  • BAB V TEKNIK PENGUMPULAN DATA
    A. Pengertian Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan. Data bisa b...
  • BAB III PROFESI DALAM BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI
      A. Organisasi Profesi Profesi merupakan bidang pekerjaan yang didasari oleh pendidikan keahlian tertentu. Contohnya adalah dokter, arsitek...
  • (no title)
    BAB VIII DESAIN SISTEM TERINCI 1.         DESAIN INPUT TERINCI Masukan (input) merupakan awal dimulainya proses informasi. Bahan men...

Popular Posts

    BAB II TINJAUAN  UMUM PENGEMBANGAN SISTEM BAB II TINJAUAN UMUM PENGEMBANGAN SISTEM
    no image Etika Profesi Di Bidang IT (Informasi dan Teknologi)
    no image KONSEP DASAR SISTEM, INFORMASI DAN SISTEM INFORMASI
    no image BAB I PENGERTIAN SISTEM INFORMASI
    no image BAB 2 PERKEMBANGAN ETIKA PROFESI DALAM BIDANG IT
    no image BAB I GAMBARAN UMUM ETIKA PROFESI
    (no title) (no title)
    no image BAB V TEKNIK PENGUMPULAN DATA
    no image BAB III PROFESI DALAM BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI
    no image (no title)

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

About Me

khulaefi07
View my complete profile

Blog Archive

  • May 2021 (2)
  • April 2021 (2)
  • May 2020 (2)
  • April 2020 (2)
  • February 2019 (9)
  • January 2019 (2)
  • November 2018 (4)
  • October 2018 (1)
  • Home
  • About
  • Contact
Powered by Blogger.
  • Home

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates